Mulai Lagi

Kaliangkrik Javacoffe

Dua puluh empat tahun hidup mengajariku bahwa dunia tidak pernah berjanji akan adil. Ia hanya memberi pilihan, menyerah atau terus berjalan meski lutut penuh luka.

Kemarin, aku kalah. Bukan sekali, melainkan berkali-kali. Mimpi runtuh, harapan dipatahkan, dan keyakinan nyaris dikuburkan oleh kenyataan. Aku pernah berdiri di tengah riuh tepuk tangan, lalu belajar bagaimana rasanya berjalan sendirian dalam sunyi.

Tetapi sejarah tidak pernah ditulis oleh mereka yang memilih berhenti. Sejarah selalu lahir dari orang-orang yang berani bangkit, bahkan ketika tak seorang pun percaya mereka masih mampu berdiri.

Maka, di usia ini aku tidak sedang merayakan bertambahnya angka. Aku sedang mengumumkan kepada diriku sendiri bahwa perlawanan belum selesai. Perlawanan terhadap rasa takut. Perlawanan terhadap putus asa. Perlawanan terhadap diriku sendiri yang berkali-kali ingin menyerah.

Aku tidak butuh kemenangan yang gemuruh. Hari ini cukup satu langkah. Besok satu langkah lagi. 1% lebih baik dari hari kemarin. Sebab revolusi terbesar bukanlah yang mengguncang jalanan, melainkan yang berhasil mengalahkan keputusasaan di dalam diri.

https://difandidivakara.blogspot.com/2025/09/blog-post.html

Komentar