Mereka Tidak Tau

Ayah Tak Pernah Belajar Menangis

Foto by Google

Kutipan Dari Buku : Ayah, Maaf Kami Terlalu Sibuk Tumbuh. Karya Adilah Alawiyah

Ayah bukan Ielaki yang pandai berkata, tapi langkahnya selalu terdengar di pagi buta,
menyisir jalan dengan napas berat,
meninggalkan peluk yang tak pernah sempat.

Katanya cinta itu lembut
tapi ayah memberikannya lewat cucuran keringat,
bukan lewat genggaman tangan
Katanya keluarga harus saling bicara,
tapi ayah terlalu sibuk berdamai dengan diamnya sendiri

Ayah,
kadang seperti dinding -
kokoh, tapi tak pernah memeluk
Sepert langit -
jauh, tapi selalu menaungi
Sepert bayangan -
selalu ada, tapi jarang dipeluk cahaya

Kami tumbuh
dan kau menua dalam kesunyian yang tak pernah kami pahami

Mungkin kami terlalu sibuk mencari kelembutan,
hingga lupa: cinta juga bisa berwujud letih yang tak pernah diucapkan

Ayah,
kami baru mengerti kau menangis,
setelah tak lagi bisa menatap mata kami.
Kami baru menyadari kau lelah
setelah tubuhmu perlahan menyerah,

Kau bukan pria sempurna,
tapi kau adalah fondasi
yang diam-diam menjaga langit kami tetap berdiri. 
---
Ig Adya Amerta



https://difandidivakara.blogspot.com/2025/09/blog-post.html

Komentar