- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Jangan tersenyum, Puan. Aku iba pada lekung bibirmu yang kau paksa anggun itu. Senyum yang berdiri di atas lelah dan dunia yang terlalu sering meminta pura-pura kuat.
Hatiku bukan lagi tempat kata manis singgah. Ia telah menjadi jalanan yang keras, berdebu, dan sulit dibujuk.
Maka jangan tersenyum untukku, Puan. Di dunia yang penuh sandiwara ini, kejujuran luka lebih anggun daripada senyum yang dipaksa.
https://difandidivakara.blogspot.com/2025/09/blog-post.html
Komentar
Posting Komentar