Mereka Tidak Tau

Teriakan Hak dan Bisikan Tentang Rumah & Anak


Aku, aktivis jalanan, berpakaian debu dan beridealisme, mengangkat poster kebenaran dalam perjuangan.

Kau, nona manis dengan selendang bunga dan senyum yang lirih, dan manis. Menyuguhkan kopi hangat untuk revolusi dan rindu yang tak bisa kubayar dengan janji.

Kita bukan Romeo dan Juliet, tak mati karena racun cinta, tapi nyaris patah oleh dunia yang tak ramah pada kisah seperti kita.

Aku bicara soal tanah, kau bicara soal rumah. Aku beriak tentang hak, kau bisikkan tentang anak.

Tapi kita tetap bertemu, di sela puisi-puisi Soe Hok Gie, atau saat langit senja berubah warna seperti matamu yang sembunyikan harapan dari pemuda lusuh pembawa perubahan.

https://difandidivakara.blogspot.com/2025/09/blog-post.html

Komentar

Posting Komentar