- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Di tepi samudra, kala surya tenggelam perlahan, dentuman ombak datang bagai mantra purba menggetarkan jiwa, menyentuh sukma. Tiap gelombang adalah sabda yang tak pernah usai, melafalkan kisah tentang kelahiran, perpisahan, dan cinta yang tak sempat berpulang.
Dalam sunyi antara gelombang, terdengar suara lain, suara cinta yang telah lama hilang. Ia dulu lembut seperti kidung senja, namun kini tinggal gema samar di balik keramaian dunia.
Apakah Cinta bisa lenyap seperti embun diserap mentari? Ataukah hanya sembunyi di loka terdalam jiwa?
Ombak menjawab tanpa kata - kata, hanya datang dan pergi, setia membawa kenangan yang tak sempat utuh. Dan beta belajar, bahwa cinta yang hilang tak selalu pergi, ia menjelma sunyi, menjelma puisi, menjelma ombak yang tak pernah benar-benar diam.
https://difandidivakara.blogspot.com/2025/09/blog-post.html



Komentar
Posting Komentar